Dorong Peningkatan Nilai Gizi dan Daya Saing Lanting, Pemkab Kebumen Dukung Inovasi Fortifikasi Tepung Ikan
Dorong Peningkatan Nilai Gizi dan Daya Saing Lanting, Pemkab Kebumen Dukung Inovasi Fortifikasi Tepung Ikan
Kebumen – Pemerintah Kabupaten Kebumen mendukung pengembangan inovasi produk pangan lokal melalui kegiatan Diseminasi Inovasi Fortifikasi Tepung Ikan untuk Meningkatkan Nilai Gizi dan Daya Saing Produk UMKM Lanting di Kabupaten Kebumen, yang dilaksanakan di Desa Lemahduwur, Kecamatan Kuwarasan, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) Institut Pertanian Bogor (IPB) Tahun 2026 dan diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM lanting, Pemerintah Desa Lemahduwur, serta perwakilan Disperindagkukm dan BAPPERIDA Kabupaten Kebumen.
Inovasi fortifikasi tepung ikan tersebut dikembangkan melalui Riset Nasional (Ri-Na) IPB Tahun 2024 dengan memanfaatkan ikan ekonomis rendah sebagai bahan tambahan pada lanting berbahan dasar singkong. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kandungan gizi sekaligus nilai tambah dan daya saing produk UMKM.
Dalam sambutannya, Budi Jatmiko, M.Pd., dari Bidang Riset dan Inovasi BAPPERIDA Kabupaten Kebumen, menekankan pentingnya inovasi bagi pelaku usaha dalam menghadapi persaingan. Menurutnya, inovasi perlu dikembangkan tidak hanya dalam produksi, tetapi juga pada aspek pengemasan dan pemasaran.
“Inovasi memegang kendali dalam persaingan usaha. Jika kita tidak melakukan inovasi, kita akan kalah bersaing,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Lemahduwur, Teguh Isnentoro, menyampaikan bahwa masyarakat desa banyak bergerak sebagai pedagang dan pelaku UMKM, termasuk pengolahan lanting. Ia berharap kehadiran IPB dapat mendukung pengembangan inovasi sehingga produk lanting memiliki nilai ekonomi yang semakin tinggi.
Materi disampaikan oleh Prof. Tri Wiji Nurani, M.Si. dan Rianti Dyah Hapsari, M.Sc. mengenai pemanfaatan ikan untuk meningkatkan nilai tambah dan kandungan gizi lanting, termasuk aspek teknis pembuatan serta penerapan tepung ikan pada produk.
Kegiatan dilanjutkan dengan uji hedonik terhadap lanting original serta lanting dengan fortifikasi tepung ikan cakalang dan tongkol. Peserta juga mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan serta penerimaan terhadap inovasi yang diperkenalkan.
Inovasi tersebut mendapat respons positif dari pelaku UMKM. Sutrikno, salah satu pelaku UMKM lanting Desa Lemahduwur, mengaku tertarik mencoba penggunaan tepung ikan pada produk lanting.
“Saya senang sekali mendapatkan materi terkait pemanfaatan tepung ikan. Saya juga ingin mencoba pencampuran tepung ikan ini dengan singkong. Sangat menarik,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Irma Rahmawati, perwakilan penyuluh perindustrian dan perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kebumen. Ia menilai inovasi tersebut dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan nilai gizi sekaligus mengembangkan produk lanting.
Kegiatan turut dihadiri Tim Dospulkam IPB yang terdiri atas Prof. Tri Wiji Nurani, Dr. Retno Muninggar, Rianti Dyah Hapsari, M.Sc., Dr. Didin Komarudin, Dr. Mokhamad Dahri Iskandar, dan Sari Rama Dianti, M.Si., bersama Pemerintah Desa Lemahduwur, perwakilan Disperindagkukm dan BAPPERIDA Kabupaten Kebumen, serta para pelaku UMKM lanting.
Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap inovasi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui pengembangan produk, penguatan produksi, serta pemasaran sehingga lanting semakin bergizi, inovatif, dan berdaya saing sebagai produk pangan lokal Kebumen.
